BEASISWA KURSUS SINGKAT PERTANIAN 4 MINGGU DI AUSTRALIA

BEASISWA KURSUS SINGKAT PERTANIAN 4 MINGGU DI AUSTRALIA



BEASISWA KURSUS PERTANIAN LAHAN KERING UNTUK 7 PROVINSI TARGET DARI AUSTRALIA AWARDS

Australia Awards Indonesia  membuka Kursus Singkat Pertanian Lahan Kering bagi Pemerintah Daerah, Perwakilan Organisasi Nirlaba, dan sektor Swasta.

Kursus singkat pertanian lahan kering ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang berdomisili atau bekerja di Provinsi yang menjadi target, yaitu Provinsi:
  1. Papua, 
  2. Papua Barat, 
  3. Maluku, 
  4. Maluku Utara, 
  5. NTT, 
  6. NTB, dan 
  7. Jawa Timur

Kursus singkat selama 4 minggu ini merupakan beasiswa penuh, yang dilaksanakan di Australia.


TUJUAN KURSUS SINGKAT PERTANIAN LAHAN KERING AUSTRALIA AWARDS

Kursus singkat dari Australia Awards ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, demi terciptanya produksi lahan kering yang berkelanjutan

Kirimkan aplikasi Anda sebelum 30 Oktober 2016.

Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi website berikut ini : Australiaawardindonesia

Selamat mencoba, semoga sukses.


Salam Tani !

Read more ...

TANTANGAN PERUBAHAN IKLIM BAGI PERTANIAN INDONESIA

TANTANGAN PERUBAHAN IKLIM BAGI PERTANIAN INDONESIA



 Sumber: dari sini

PERUBAHAN IKLIM PANGAN DAN PERTANIAN JUGA HARUS BERUBAH


Jumlah petani di tanah indonesia terus berkurang, ditambah lagi dengan perubahan iklim ekstrem yang turut menambah daftar permasalahan pertanian terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Badan Pangan dan Pertanian Dunia PBB atau FAO,  pada Peringatan HARI PANGAN SEDUNIA yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, pada tahun 2016 ini mengambil Tema "PERUBAHAN IKLIM, PANGAN DAN PERTANIAN JUGA HARUS BERUBAH".

Kompas TV secara khusus datang ke Kantor FAO untuk mewawancarai tema Perubahan Iklim tersebut.  Dalam wawancara tersebut FAO menjelaskan bahwa saat ini Perubahan Iklim semakin ekstrim, seperti badai yang terjadi di Filipina, Taiwan.  Indonesia juga tak luput dari semakin ekstrimnya Perubahan Iklim, sebagai contoh di Provinsi Nusa Tenggara Timur & Nusa Tenggara Barat, yang semakin panas dan kering.  Sementara di belahan Indonesia lain justru semakin basah, seperti di Pulau Jawa yang mengalami banjir, serta longsor.

Mengenai Program di NTT & NTB, FAO menjelaskan sedang melakukan Pertanian Konservasi, yaitu bagaimana melindungi tanah.  Selain tanah di sana sudah cukup buruk, FAO menginginkan adanya perbaikan kondisi tanah dengan cara menambahkan material organik dan menjamin kapasitas daya serap air.  Program tersebut sukses, di tahun pertama berhasil meningkatkan volume panen jagung dari 2 - 2,5 ton/ha menjadi 4 - 4,5 ton/ha.  Ketangguhan Petani & Pertanian Indonesia menjadi 2 poin penting.


SISTEM PANGAN DI INDONESIA PERLU DIBENAHI


FAO juga menyinggung mengenai Ketahanan & Keamanan Pangan. Menurut FAO di Indonesia terjadi kehilangan pangan yang cukup besar, selama proses distribusi -- sejak di tangan petani hingga ke konsumen siap saji -- yang jumlahnya sangat besar, mencapai 13 juta m3 / tahun -- itu cukup untuk memberi makan 27 - 28 juta orang.  Maka Indonesia harus berhati-hati dalam mengatur SISTEM PANGAN, mulai dari memanen, memasarkan, hingga ke konsumen, agar tidak menyia-nyiakan mkanan terlalu banyak.

Simak Video Wawancara Kompas TV  dengan FAO :



Perubahan Iklim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Pertanian.  Sumber: Kompas TV
Read more ...

PEMILIHAN DUTA PETANI MUDA 2016

PEMILIHAN DUTA PETANI MUDA 2016


TENTANG DUTA PETANI MUDA

 

Sekitar 5 juta rumah tangga petani berkurang antara tahun 2003-2013 dan sekitar 3 juta tenaga kerja keluar dari sektor pertanian antara tahun 2010-2014, sementara petani yang tersisa saat ini, sebanyak 62% nya berusia 45 tahun ke atas.  Ini bisa mengancam ketersediaan pangan kita di masa depan.


IKLAN WISATA : ELORA TOUR & ADVENTURE


Untuk itu anak muda perlu terjun kembali ke pertanian dan memberikan bara pada sektor yang kini adalah salah satu sektor ekonomi yang didukung di seluruh dunia. 

Ayo para kaum muda tani, daftarkan dirimu menjadi Duta Petani Muda 2016, berbagi cerita dan tunjukkan bahwa anak muda masih ada dan dan pertanian masih jaya. Jadilah inspirasi bagi kaum muda tani lainnya.


Bertani itu kekinian!


IKUTILAH PEMILIHAN DUTA PETANI MUDA 2016 "BERTANI ITU KEKINIAN"


Poster Pemilihan Duta Petani Muda 2016


Website DUTA PETANI MUDA dapat dilihat di sini : duta petani muda

Info lebih lengkap mengenai PEMILIHAN DUTA PETANI MUDA 2016
dan Formulir Pendaftaran nya,
dapat dibuka dan didownload di sini : download formulir



Selamat mencoba
Read more ...

HIDUP ADALAH MUDAH DAN MENYENANGKAN satu Refleksi Kritis Seorang Petani Thailand

HIDUP ADALAH MUDAH DAN MENYENANGKAN

(REFLEKSI KRITIS SEORANG PETANI THAILAND PENDIRI Center for Self Reliance)


Jon Jandai, seorang Petani kritis asal Thailand.  Sumber: di sini

PETANI KRITIS ITU BERNAMA JON JANDAI

Jon Jandai adalah seorang petani dari Thailand dan pendiri Pun Pun, sebuah pusat pertanian organik dan pusat belajar masyarakat di Thailand Utara. Jon Jandai telah banyak bicara di berbagai forum untuk memberi perspektifnya atas ‘hidup dengan cara yang berbeda’

Menyimak salah satu presentasinya, Rm. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr - Penggiat dan Pencinta Lingkungan Hidup, dari Ecolearningcamp Bandung, merasa diingatkan akan salah satu guru nya: Mas Tanto, seorang petani, seorang yang sangat kritis, yang telah memberi banyak goncangan pemikiran, serta pandangan hidup banyak orang yang beruntung berjumpa dengannya.  Apa yang dirasakan oleh Rm. Ferry, saya pun merasakan nya juga.


PRESENTASI JON JANDAI, REFLEKSI KRITIS TENTANG HIDUP

Untuk mengenang Almarhum Mas Tanto, Rm. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr telah metranskripsikan presentasi pendek Jon Jandai.  Membaca transkrip ini, saya seolah dibawa kembali ke kancah diskusi dengan Mas Tanto di medio 2007/2008, yang sering kamilakukan hingga subuh menjelang, di sebelah kandang kambing nya, di Dusun Bejen, Kecamatan Sleman, Yogyakarta.

Suatu kesempatan, Mas Tanto menyampaikan tentang keinginannya membuat "Universitas Hidup Sewajarnya".  Kami berbincang, tepatnya saya lebih banyak mendengarkan, cerita Mas tanto tentang ide nya yang telah dijalani nya itu, yang menurut saya sama seperti yang dipresentasikan oleh Jon Jandai: Kritik terhadap Hidup, Kritik terhadap Universitas, dan itu sudah dipraktekkannya secara radikal -- Radix = akar, mendasar.  Secara filsafat dibedah oleh partner diskusi Mas Tanto yang lain : Mas Koko Cukupkan Diri, Jangan berlebihan

PRESENTASI JON JANDAI "PERJALANAN PULANG"



Presentasi Jon Jandai "Life is easy. Why do we make it so hard?".  Sumber : di sini

“Ada satu kalimat yang selalu ingin saya katakan kepada semua orang: hidup adalah mudah dan sangat menyenangkan.

“Sebelumnya, saya tak pernah berpikir demikian. Ketika saya tinggal di Bangkok, hidup saya sangat sulit. Saya lahir di sebuah desa ‘miskin’ di bagian Timur Laut Thailand. Saat saya kecil, semua hal tanpak mudah dan menyenangkan…

“Tapi ketika televisi mulai masuk ke desa saya, banyak orang datang ke desa dan mengatakan: Kalian miskin, kalian harus sukses dalam hidup ini, dan kamu harus ke Bangkok untuk mengejar kesuksesan hidup!”

“Semenjak itu saya merasa sedih dan merasa miskin. Dan saya pun akhirnya pergi ke Bangkok. Ketika saya tiba di sana, keadaan ternyata tidak menyenangkan. Saya harus belajar dan bekerja keras supaya ‘sukses’.

“Saya bekerja sangat keras, paling tidak 8 jam dalam sehari. Tapi saya hanya bisa makan semangkuk mie atau sepiring nasi goreng. Tempat tinggal saya buruk sekali. Sebuah ruangan kecil yang ditempati banyak orang.

“Dari situlah saya mulai bertanya… Kenapa ketika saya mulai bekerja keras, hidup saya malah mulai susah? Pasti ada yang salah. Saya telah menghasilkan banyak hal, tapi kebutuhan saya tak pernah tercukupi.


KRITIK JON JANDAI TERHADAP KAMPUS PERTANIAN


“Saya kemudian mencoba belajar di sebuah universitas. Tapi ternyata belajar di sana tidak mudah sebab sangat membosankan. Lalu setiap saya cermati semua fakultas, kebanyakan dari mereka mengajarkan sesuatu yang destruktif. Bagi saya, pengetahuan yang didapat dari universitas adalah pengetahuan yang tidak produktif. Misalnya, jika Anda jadi insinyur atau jadi arsitek, itu berarti Anda akan merusak banyak hal. Makin banyak mereka bekerja, maka makin banyak pegunungan yang hancur. Dan tanah yang bagus di lembah Chao Phraya akan makin tertutup dengan beton.

Jika Anda belajar pertanian atau semacamnya di universitas, berarti Anda belajar cara meracuni tanah, air, dan belajar untuk merusak semuanya.

“Saya merasa bahwa semua sangat rumit dan sulit. Kita membuatnya menjadi serbarumit dan serbasulit. Hidup terasa sangat sulit, dan saya sangat kecewa.
“Saya mulai berpikir, kenapa saya harus berada di Bangkok ini? Saya kemudian teringat, ketika saya kecil tak ada yang bekerja 8 jam dalam sehari. Semua orang bekerja dua bulan per tahun. Menanam padi sebulan, dan sebulan untuk panen. Sisanya adalah waktu luang. Ada 10 bulan waktu luang dalam setahun. Itulah kenapa di Thailand ada banyak festival. Karena mereka punya banyak waktu luang.

“Lalu di siang hari, semua orang tidur. Bahkan jika Anda sekarang pergi ke Laos, semua orang tidur siang usai santap makan. Setelah bangun tidur mereka ‘bergosip’ tentang para menantu mereka. Orang punya banyak waktu. Karena mereka punya banyak waktu, mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri. Ketika mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri, mereka punya banyak waktu untuk memahami diri mereka sendiri. Dan ketika mereka punya banyak waktu untuk memahami diri sendiri, mereka bisa tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Dan mereka menginginkan kebahagiaan. Mereka ingin cinta. Mereka ingin menikmati hidup. Di situlah mereka menikmati keindahan hidup, dan mengekspresikannya dengan banyak cara. Ada yang mengukir gagang pisau dengan indah, menganyam keranjang dengan bagus. Tapi sekarang tak ada yang membuat dan menggunakannya lagi. Semua orang sekarang memakai plastik.


JON JANDAI MEMUTUSKAN BERHENTI KULIAH

Saya merasa ada yang salah. Saya tidak bisa hidup sebagaimana yang saya alami di Bangkok. Jadi saya memutuskan berhenti kuliah. Dan saya pulang ke kampung halaman.
“Ketika saya pulang kampung, saya mulai hidup seperti masa kecil saya. Saya mulai bekerja dua bulan setiap tahunnya. Saya punya 4 ton beras.

Seluruh keluarga saya yang berjumlah 6 orang, hanya butuh kurang dari 0,5 ton beras per tahun untuk makan. Jadi ada sisa beras yang bisa saya jual. Kemudian saya membuat 2 petak kolam yang saya sebari benih ikan.

Setiap tahun, keluarga kami bisa makan ikan dari kolam itu. Saya lalu membuat kebun kecil, tidak sampai 2000 meter persegi. Dan saya hanya membutuhkan waktu 15 menit setiap hari untuk merawat kebun itu. Saya punya 30 lebih jenis sayuran di kebun itu. Sayuran itu tak habis kami makan sekeluarga. Sehingga sebagian saya jual.

“Saya merasa hidup saya lebih mudah. Dan saya bertanya-tanya, untuk apa saya dulu menghabiskan waktu 7 tahun di Bangkok dan sehari 8 jam bekerja kalau hanya untuk makan semangkuk mie? Saya bekerja keras tapi susah untuk makan. Di sini, di kampung saya ini, saya hanya perlu bekerja dua bulan dalam setahun di sawah, dan 15 menit perhari, dan saya bisa memberi makan 6 orang.

“Itu terasa sangat mudah. Sebelumnya say berpikir bahwa orang bodoh seperti saya yang tidak pernah mendapatkan nilai bagus di sekolah, tak bakal bisa punya rumah. Sebab anak terpandai di sekolah saya, anak yang mendapatkan rangking satu, dia mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi dia membeli rumah dengan cara mencicil selama 30 tahun. Kalau dia saja butuh 30 tahun mencicil rumah, bagaimana dengan saya?


JON JANDAI : HIDUP INI MUDAH DAN MENYENANGKAN



“Tapi akhirnya saya mulai membangun rumah perlahan dari bahan apa saja yang ada di sekeliling saya. Ternyata sangat mudah. Saya hanya mengerjakannya 2 jam dalam sehari. Mulai jam 7 sd jam 9 pagi. Dalam waktu 3 bulan, rumah itu jadi. Jika teman saya yang pintar butuh waktu 30 tahun untuk melunasi hutang rumahnya, saya hanya butuh waktu 3 bulan untuk membangun rumah saya sendiri.

Rumah Jon Jandai yang dibangun sendiri dalam waktu 2 jam/hari selama 3 bulan
Rumah Jon Jandai yang dibangunnya sendiri.  Sumber: di sini

“Saya merasa hidup saya lebih mudah. Saya tak pernah berpikir bahwa ternyata membangun rumah bisa semudah itu. Setelah tahu bahwa membangun rumah itu mudah, setiap tahun saya membangun rumah. Sekarang, saya memang tak punya banyak uang, tapi saya punya banyak rumah.

“Jadi memiliki rumah bukan masalah. Setiap anak usia 13 tahun bisa punya rumah jika sepulang sekolah dia mau meluangkan waktu 2 jam untuk membangunnya. Mereka bisa membuat perpustakaan dan sekolah jika mau. Setiap orang sepuh pun bisa bikin rumah sendiri.

“Jalan ini begitu mudah. Jika Anda tidak percaya, coba saja. Berikutnya adalah pakaian…
“Saya merasa miskin. Saya juga merasa bukan orang yang tampan. Saya pernah mencoba berpakaian seperti para bintang film agar kelihatan tampil lebih menawan. Saya perlu menabung sebulan untuk membeli celana jins. Setelah saya kenakan, dan saya bercermin, ternyata saya tidak berubah lebih baik. Saya tetap orang yang sama. Kalau begitu, kenapa saya harus membeli jins? Toh tidak mengubah apapun. Setelah itu, saya tak pernah membeli pakain selama 20 tahun. Sebab ada banyak orang yang datang mengunjungi saya yang memberikan pakaian. Dan malah saya punya banyak pakaian untuk saya berikan kepada orang lain.

“Semenjak saya berhenti membeli pakaian, ada banyak hal yang berubah di diri saya. Saya pada akhirnya hanya membeli apa yang saya butuhkan. Bukan apa yang saya inginkan. Saya merasa lebih bebas. Lebih merdeka.

“Terakhir, ada yang mengganggu saya. Bagaimana jika saya sakit? Pada awalnya, saya khawatir karena saya tak punya uang. Tapi saya lebih sering merenung. Sakit adalah hal biasa. Bukan hal yang buruk. Sakit bisa mengingatkan kita bahwa mungkin ada yang salah dalam kehidupan kita. Saya lalu belajar menyembuhkan diri sendiri dari apa yang tersedia di alam. Setelah saya bergantung pada diri saya sendiri, saya makin merasa bebas. Saya tidak hidup dalam kekhawatiran. Saya melakukan apapun yang saya sukai di hidup ini.

“Saya merasa orang yang unik. Saya tak perlu menjadi seperti orang lain.
“Ketika kemudian saya mengingat kehidupan saya yang suram waktu di Bangkok, saya akhirnya memutuskan membuat Pun Pun di Chiang Mai. Tujuan utamanya adalah untuk menyimpan benih tanaman. Karena benih adalah makanan. Karena makanan adalah kehidupan. Tak akan ada kehidupan jika tak ada makanan.

“Tak ada benih maka tak ada kebebasan. Tak ada benih maka tak ada kebahagiaan.
“Hidup kita tak akan tergantung pada orang lain jika kita punya benih. Jadi sangat penting untuk menyimpan benih.

“Selain itu, Pun Pun adalah pusat belajar. Belajar tentang bagaimana membuat hidup ini lebih mudah. Sebab di sekolah-sekolah, kita diajari untuk membuat hidup kita lebih rumit dan sulit. Kita bisa sama-sama membuat hidup ini lebih mudah. Tidak seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah. Di sekolah, kita tidak diajarkan untuk mandiri. Kita diajari untuk tergantung pada uang. Tapi sekarang, untuk bahagia kita perlu percaya kepada diri sendiri dan orang lain.
“Dari semua hal di atas, yang ingin kembali saya tekankan adalah segala kebutuhan primer: makanan, rumah, pakaian, dan obat-obatan, haruslah mudah dan murah untuk semua orang. Itulah peradaban. Dan jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka berarti yang terjadi adalah ketidakberadaban.

“Dan sekarang yang kita saksikan adalah yang kedua. Begitu ada banyak orang pintar di dunia ini, ada banyak universitas, ada banyak sarjana, tapi hidup kita makin sulit. Kita semua bekerja keras. Tapi hidup makin sulit. Lalu untuk apa dan untuk siapa kita bekerja keras?
“Kita hanya butuh kembali menjadi orang ‘normal’. Burung membuat sarang dalam waktu satu sampai dua hari. Tikus membuat lubang dalam semalam. Tapi makhluk cerdas seperti kita butuh hutang 30 tahun untuk membuat rumah. Sialnya, makin banyak orang pesimistis bisa punya rumah.

“Itu pemikiran yang keliru. Kenapa kita bisa menghancurkan kemampuan kita sedemikian rupa? Kita punya pilihan. Memilih yang mudah atau yang sulit.
“Banyak orang bilang bahwa saya gila. Tapi itu kata mereka. Saya tidak bisa mengatur apa yang mereka pikir. Tapi saya bisa mengatur apa yang saya pikir dan saya kerjakan. Saya punya pilihan. Demikian juga Anda.”




Sobat Petani, demikian Refleksi Kritis dari Jon Jandai, semoga juga menggoncangkan cara berfikir kalian






Sumber :

Menjadi Petani dan Bahagia

Blog rivaekaputra : Jon Jandai Hidup itu Mudah Life is Easy
Read more ...

AGRISIDA

AGRISIDA
BUDIDAYA RACUN



Ilustrasi Agrisida, dari Pertanian An-Organik.  Sumber: di sini


Aku Membudidayakan Racun, untuk anak-isteri dan keluarga,
Untuk kalian: teman, sahabat, dan tetangga
Untuk mereka, mereka, dan semua ...

Ini kulakukan sudah sejak lama dan telah jadi budaya,
Dan akan kuteruskan sampai selama-lamanya,
Namun tetap berharap kita semua sehat sentausa,
Dan Hidup Bahagia di satu BUMI yang sama ...

Hidup Agrisida !
Hidup Agrisida !!
Hidup Agrisida !!!
Merdeka !



Selamat Hari BUMI 2016
Salam Racun !




Thomas Pras
22 April 2016
Read more ...

TANAM PADI SEKALI, PANEN NYA LEBIH DARI 3 KALI

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SALIBU : TANAM SEKALI, PANEN LEBIH DARI 3 KALI


Ilustrasi Petani Perempuan sedang memanen Padi. Sumber: di sini


PADI, JENIS RUMPUT YANG BISA PANEN LEBIH DARI SEKALI


Berangkat dari apa yang dilihatnya sewaktu tinggal bersama mayarakat suku Dayak di Kalimantan -- mereka bisa panen padi dari ladang di hutan, meski 'tidak menanam' -- kemudian Mas Tanto membuat demplot di depan rumahnya. Bibit padi ditanamnya di sawah semi kering buatan dari  bahan fiber berbentuk nampan ukuran 1 x 1 meter, beberapa buah, yang diletakkan di depan teras, tempat kami biasa ngobrol hingga pagi setiap aku mampir ke rumahnya di Keceme, Bejen, Sleman, Jogja .  Mas Tanto (de) Hobo adalah guru kehidupan nyentrik, manusia kritis dengan idealisme yang luar biasa.  Itu sudah terlihat dari pilihan hidupnya, menjadi Petani Organis yang menerapkan NEITSA (No Eksternal Input & Tillaging Sustainable Agriculture).

Saat aku mampir ke rumahnya yang bersahaja sekitar tahun 2008, tanaman padinya sudah mulai dipenuhi buah.  Kata Mas Tanto sebelumnya tanaman demplot itu sudah dipanennya sekali.  Terlihat memang ada bekas sabitan di atas perakaran tanaman baru.  Secara logika, masuk akal jika padi bisa tmbuh secara vegetatif setelah dipanen dengan cara disabit, sebab padi termasuk keluarga rumput.


************************

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SALIBU

 

 Tunas Padi baru yang muncul setelah 7 hari.  Sumber : di sini

Menurut Erdiman, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, yang pertama kali mengenalkan budidaya padi Salibu, teknologi budidaya padi Salibu merupakan cara menanam padi dengan sekali tanam namun bisa dipanen lebih dari tiga kali. “Padi Salibu dapat tumbuh lagi setelah batang sisa panen dipangkas. Tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Tunas tersebut akan mengeluarkan akar baru sehingga pasokan unsur hara tidak lagi tergantung dengan batang lama,” jelasnya. Menurutnya, tunas tersebut bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanam pindah sehingga membuat pertumbuhan dan produksinya sama tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan tanaman induknya. Ini yang membuat padi Salibu berbeda dengan padi ratun yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. Sumber : tabloit sahabat petani


KEBUTUHAN UNSUR HARA PADI SALIBU


Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi, perlu dilakukan pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Unsur nitrogen merupakan komponen utama dalam sintesis protein, sehingga sangat dibutuhkan pada fase vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel. Tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik,unsur nitrogena dalah faktor penting untuk produktivitas tanaman.

Cara budidaya ini akan meningkatkan indek panen, sebab petani tidak lagi perlu melakukan pengolahan tanah, persemaian dan tanam, sehingga rentang waktu produksi lebih pendek.

Budidaya ini secara tidak lansung juga dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara vegetative maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama. Budidaya padi ini akan lebih ekonomis sekitar 45 % dibanding budidaya tanam pindah, hal ini akan menguntungkan bagi petani.


TEKNIS BUDIDAYA TANAM PADI PADI SALIBU



Setelah padi dipanen, lahan perlu digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.

 Atas: tunas tumbuh tanpa penyabitan. bawah kiri : Tunas tumbuh dari penyabitan. Kanan : Penyabitan padi saat panen.  Sumber: di sini

Sebelum melakukan pemotongan batang, pupuk kandang diberikan pada lahan terlebih dahulu dengan kebutuhan 1 ton/ha. Pemotongan dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian ± 5 cm dari permukaan tanah.  Setelah selesai melakukan pemotongan maka semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang ditabur merata di permukaan lahan. Jaga supaya tunggul padi tidak ada yang tertutup oleh tumpukan jerami, kalau itu terjadi maka tunas baru tidak akan tumbuh.

Setelah penyabitan batang padi saat panen pertama, tunas baru akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah.  Tunas padi ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama.  Tunas padi yang baru dapat beranak seperti padi tanaman yang ditanam dengan cara pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (induknya).


PEMUPUKAN, PELUMPURAN, & PENYIANGAN PADI SALIBU


Padi Salibu, tanaman baru mulai menghijau.  Sumber : di sini

Untuk merangsang pertumbuhan tanaman baru, maka dua minggu setelah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan, dilakukan pemupukan pertama dengan cara menaburkan unsur nitrogen (N) diantara rumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ ha. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahan dalam keadaan macak – macak, dimana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.

Untuk melumpurkan tanah di hamparan persawahan maka dilakukan dengan cara menginjak –injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Perlakuan menginjak – injak tanah dan jerami tersebut disamping untuk melumpurkan tanah dan mempercepat proses pelapukan jerami juga sebagai upaya untuk penyiangan.

Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk N sebanyak 150 kg/ha.
Pemupukan kedua dilakukan pada tanaman berumur 40 hari, pupuk yang diberikan adalah unsur P 125 kg dan KCl diberikan sebanyak 25 kg. Pemupukan KCl dilakukan dengan ½ dosis dari dosis anjuran.


DAYA TAHAN PADI SALIBU TERHADAP PENYAKIT & HAMA


Karena tidak ada masa rentan antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budidaya padi cara ini akan lebih tahan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.


PADI SALIBU BISA PANEN LEBUH DARI TIGA KALI


Pada budidaya padi  ini, panen ke dua bisa dilakukan pada umur ± 90 hari. Jika terlambat memanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yanag tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi.

Sepuluh (10) hari menjelang panen sebaiknya sawah dikeringkan, tujuannya adalah untuk menyerempakkan pematanagan gaba. Siklus daur tanam seperti ini bisa dilakukan lebih tiga kali.




Sumber:
- Tanto de Hobbo, NEITSA, AgriculturesNetwork.org
- Indonesia bertanam, teknologi salibu
- BPPadi Litbang Pertanian
- Tabloit Sahabat Petani




Read more ...

BISNIS HALAL, MODAL KECIL, KEUNTUNGAN HINGGA 5000 x, DALAM WAKTU 4 BULAN.

BISNIS HALAL, MODAL RELATIF KECIL, KEUNTUNGAN HINGGA 5000 KALI LIPAT, DALAM TEMPO 4 BULAN


Ilustrsi Bisnis dengan Keuntungan Besar, sumber: di sini


DARI INVESTASI, SEORANG WARREN BUFFET BISA MENDAPAT KEUNTUNGAN 30% 


Investasi yang menjanjikan keuntungan lebih dari 30% per tahun, apalagi per bulan, kemungkinan besar adalah Investasi bodong alias bohong. Warren Buffett, investor terhebat dunia saja maksimal mendapatkan keuntungan sebesar 30%.  Rata-rata investasi itu untungnya 6-15% per tahun.

Jadi berhati-hatilah dalam berinvestasi !
Kebohongan itu bisa sangat indah, sampai kebenaran sesungguhnya muncul. Berinvestasilah
dengan matematika dan pengetahuan, bukan dengan harapan kosong yang menyesatkan dan merugikan.


Itu investasi, dimana yang mengelola modal adalah pihak lain.  Ada resiko dibohongi ?  Tentu ada saja.  Ada Resiko Modal Hilang ?  Tergantung skenario Bisnisnya, kalau ambil "High Risk", bisa saja modal habis alias hilang lenyap tiada bekas.

Sekarang jika pengelolanya diri sendiri,apakah masih takut dibohongi ?!



BISNIS MENGGIURKAN, MODAL KECIL, KEUNTUNGAN HINGGA 5000 KALI DALAM TEMPO SINGKAT



Sudah bisa menebak, apa bisnis yang bisa memberikan keuntungan 5000 kali lipat ?
Belum bisa ? ...
Padahal sebenarnya banyak lho yang sudah melakukannya ...
Hanya memang caranya belum benar, belum dilakukan secara maksimal   ...

Gimana sekarang, sudah ada bayangan belum ?
Belum juga ? it's ok ...

Sekarang masuk ke pertanyaan berikut :
Anda tertarik dengan keuntungan 5000 kali lipat atau 500.000 % dari modal ?!
Kalau tertarik, Bagus !
Tapi jangan terburu nafsu ... sebab tidak mudah !
Mana ada Bisnis yang modalnya relatif kecil dengan potensi keuntungan sangat besar, mudah dilakukan tapi tidak banyak pemainnya ?

Ini memang anomali ...

Mau tau nama bisnisnya ?
Oke saya kasih tau, tapi janji nggak muntah ya ?! .. haha :)


NAMANYA BISNIS PADI  

 

 

 Padi di sawah, sumber : di sini



Ada merasa jengkel, kepingin misuh-misuh ?
Silahkan ..

Tapi mari kita hitung sama-sama.

1 butir gabah (benih padi), bisa tumbuh jadi berapa bibit ? ... maksimal jadi 1 bibit. (benih ideal, punya daya tumbuh di atas 92%)
1 bibit padi, bisa jadi berapa anakan padi ? ... kalau budidaya benar, bisa 40 - 60 anakan (bahkan jika budidaya dengan metode SRI dengan benar, ada yang menjadi ratusan anakan) 

1 anakan padi bisa keluar berapa malai ? ... normalnya 1 malai.
1 malai padi bisa keluar berapa butir padi ? ... kalau budidaya baik bisa 150 - 200 butir (bahkan varietas hibrida, misalnya: padi bunda srimadrim, padi parikesit, padi sertani, bisa mencapai antara 400 - 600 bulir padi).
Berapa lama waktu dari penyemaian hingga panen ? ditambah waktu olah tanah katakanlah 6 bulan.
 
FASE TUMBUH TANAMAN PADI
Fase Vegetatif. Fase ini berlangsung sekitar 55-60 hari (Fase semai / pembibitan secara umum 20 hs, danFase vegetatif tanam 35-40 hst)
Fase Generatif.  Fase ini berlangsung sekitar 60-65 hari. Secara umum dibagi kedalam : Fase Reproduktif 30 hari,  dan Fase Pematangan 30-35 hari

Total sekitar 120 - 125 hari atau sekitar 4 bulan lebih sedikit.  Olah tanah sekitar 2 bulan.

Sekarang, kita kalikan.
Dari 1 butir gabah, bisa jadi berapa butir padi ?
1 butir gabah x 40 anakan x 150 butir  =  6.000 butir padi / 6 bulan.
Atau berkembang 1000 kali lipat dalam waktu 1 bulan.

Gimana kalau bisa jadi 50 anakan dan 200 butir padi/malai ? jadi 10.000 kali lipat ...

Terbukti bisa kan ?
Apa, mau protes ?
Ok silahkan ! ...
"Kok modal lain nggak dihitung" ?

BERFIKIR RADIKAL: BISNIS TANI, BUKAN BURUH TANI

Soal lahan ? Kalau punya lahan sendiri kan nggak perlu sewa,
Harga tanah kan tumbuh terus, apalagi kalau ditanami (lahan produktif) ... nggak usah dihitung lah :)

Lha kalau nggak punya lahan ?
Ya sewa ! ... atau bisa juga cara paron, hasil dibagi dengan pemilik lahan, prosentase pembagian silahkan dimusyawarahkan.

Katakanlah dengan sewa,
Gimana hitungannya ?
Mau tanam berapa luas ?  katakanlah 1 ha
Berapa harga sewa nya ? katakanlah 10 juta / tahun.
Dari luas rencana lahan bisa tanam berapa banyak bibit ? dengan SRI / Jajar Legowo, bisa sekitar 210.000 bibit (rumpun)

1 kg berapa butir ? sekitar 50.000 butir gabah.
Jumlah 210.000 rumpun x 6000 butir = 1.260.000.000 butir = sekitar 25 ton / kali panen (6 bulan).
Kalikan 65% (koefisien gabah digiling menjadi beras) = 16,25 ton beras.

Bisa tanam berapa kali / tahun ? katakanlah dengan olah lahan yang benar =  2x tanam.
Total panen / tahun = 2 x 16,25 ton = 32,5 ton (asumsi 6000 butir / benih)
Untuk sewa lahan = 10.000.000 / 7000 (asumsi harga padi ditingkat petani, supaya aman, dibuat dibawah harga sekarang yang sekitar 8.000) = 1.400 kg = 1,4 ton.
Masih sisa 31 ton beras lebih.
Hitung-hitungan di atas, adalah hitungan cukup "optimis",
Bisa jadi hitung-hitungan matematis di atas SALAH karena kurang teliti, atau MELESET dalam Praktek. 
Tinggal kalikan saja faktor koreksi, supaya aman,
Katakanlah 75 % atau hasilnya menjadi = 31 ton x 0,75 = 23 ton/tahun, 

Belum Pede ?
Oke, 50 % atau = 31 ton x 0,50 = 15,5 ton/tahun bagaimana ?
Sudah cukup Pede ya ...
Susah dong, mau bisnis tapi banyak Pesimisnya .. :)

Setelah dikalikan, masih masuk hitungan Untung apa Nggak ?!

BIAYA INPUTAN BUDIDAYA PADI

Bagaimana dengan biaya Pupuk, Pestisida, Tenaga tanam, mupuk, panen ?
Kalau mau gratis, ya buat sendiri secara organis, Permakultur.
Budidaya Organik, manusianya berorganisasi, berserikat, bergotong-royong.
Tenaga semai, olah tanah, tanam, mupuk, panen, dilakukan secara gotong royong, berkelompok.  Benih juga demikian, buat lumbung benih, buat lumbung pangan.
Biaya nya paling makan dan nyamikan kopi + kretek.  Lakukan bergantian keliling lahan kelompok.

Apa bisa ?
bisa kalau mau !

Bagaimana dengan biaya giling padi ?
Kurangi saja harga jual dengan RP. 500/kg ... cukup untuk membayar upah giling.
Apalagi kalau mesin giling padi adalah mesin giling milik kelompok tani.  Biayanya labih murah.


CATATAN PENTING, SEKALI LAGI  INI BISNIS BUNG !!

Peringatan !  Dunia Bisnis itu keras Bung !
Tidak ada jaminan pasti berhasil,
Tidak menawarkan sesuatu yang mudah ..
Dunia Bisnis itu keras Bung !
Segala Tetek-Bengek harus diurus dan dikerjakan dengan cermat penuh perhitungan.  Jangan mimpi mau enaknya saja, milih ngurusin Tetek, Bengeknya ogah !
#eh :)

Tapi ingatlah,
Nenek Moyang ku dan kamu, adalah seorang pelaut,
Pelaut yang handal, bukanlah tipe pelaut yang takut akan topan dan badai,
namun mempelajari resiko itu dan mencari celah bagaimana bisa berlayar melewatinya dengan resiko terkecil dan hasil terbesar.
Dalam bahasa Prinsip Dagang, Kalau bisa modal nol alias gratis, ngapain pakai modal segala ?
Kalau nggak bisa gratis, gunakan prinsip kedua:
Kalau bisa dengan modal kecil ngapain mesti modal besar ?

Bagaimana dengan Harga Jual ?
Mensiasati harga panen anjlog bisa dengan berkelompok.
Lewat berkelompok, bisa dilakukan pemasaran bersama.  
Lumbung Panen, itu salah satu benteng pertahanan petani dari penindasan pasar atau permainan harga oleh tengkulak ...



Demikian, semoga provokasi ini berjalan baik, 
dan menjalar ke komoditi lain seperti Jagung, Kedelai, dan lain lain.


Salam Tani Lestari

Read more ...